KUDUS – Halo, Sahabat Masjid Darul Ilmi! Apa kabar iman hari ini? Di tengah hiruk-pikuk tugas kuliah, deadline skripsi, atau padatnya jadwal organisasi, kadang kita butuh “charger” untuk jiwa kita, kan?
Nah, tidak perlu mencari jauh-jauh, ternyata resep healing terbaik dan pondasi kesuksesan kita sebenarnya sudah ada di depan mata, yaitu: Rukun Islam!
Seringkali kita menghafalnya hanya sebagai teori sejak SD, tapi tahukah kamu? Kelima pilar ini bukan sekadar ritual, melainkan sistem canggih yang dirancang Allah SWT untuk mencetak pribadi yang tangguh, sehat mental, dan peka sosial. Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Pondasi yang Tak Tergoyahkan
Ibarat bangunan Kampus UMK yang megah, hidup kita juga butuh tiang penyangga. Rasulullah SAW mengilustrasikan hal ini dengan sangat indah dalam sebuah hadis populer.
Dari Ibnu Umar R.A., Rasulullah SAW bersabda:
”Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
Jadi, kalau hidup terasa “goyah” atau sering overthinking, coba cek lagi pondasinya, ya! Mungkin ada salah satu tiang yang perlu kita perkokoh.
Kata Ulama Salaf: Ini Tentang Komitmen!
Membahas Rukun Islam tak lengkap tanpa menengok kebijaksanaan ulama salaf. Dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi rahimahullah memberikan analogi yang menarik.
Beliau menjelaskan bahwa Islam diibaratkan sebagai sebuah “bangunan” (buniya). Syahadat adalah pondasi utamanya, sementara empat rukun lainnya adalah tiang-tiang penyangganya.
Imam An-Nawawi menekankan bahwa sebuah bangunan tidak akan bisa berdiri tegak jika tiang-tiangnya roboh. Ini mengajarkan kita bahwa menjadi Muslim itu butuh totalitas, bukan setengah-setengah.
Fakta Ilmiah: Rukun Islam Bikin Sehat & Bahagia?
Nah, ini bagian yang paling seru buat kita kaum akademisi! Ternyata, perintah Allah dalam Rukun Islam sangat selaras dengan temuan sains modern. Ini bukan cocoklogi, tapi bukti kebesaran Ilahi.
1. Shalat dan Kesehatan Mental
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Religion and Health (2021) menyebutkan bahwa gerakan shalat, khususnya sujud, dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menstimulasi pelepasan hormon endorfin dan serotonin.
Studi terdahulu oleh Doufesh et al. (2014) juga menemukan bahwa aktivitas gelombang otak alpha meningkat saat seseorang melakukan shalat dengan khusyuk, yang menandakan kondisi rileksasi mendalam dan penurunan tingkat stres.
Jadi, shalat itu solusi ampuh buat mahasiswa yang lagi pusing mikirin revisian!
2. Puasa dan Detoksifikasi Tubuh
Puasa Ramadhan kini diakui dunia medis lewat konsep Intermittent Fasting.
Penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan puasa dapat memicu autophagy, yaitu proses tubuh membersihkan sel-sel rusak dan menggantinya dengan yang baru. Badan jadi lebih fit, otak makin encer!
3. Zakat dan Kebahagiaan Sosial
Dalam psikologi, ada istilah “Helper’s High”. Riset yang dilakukan oleh Dunn, Aknin, dan Norton (2008) yang dimuat di jurnal Science, membuktikan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain (seperti Zakat dan Sedekah) menciptakan tingkat kebahagiaan yang jauh lebih tinggi daripada menghabiskannya untuk diri sendiri.
Yuk, Kembali ke Masjid!
Sahabat Darul Ilmi…
Rukun Islam itu paket lengkap. Ia menjaga spiritualitas kita lewat Syahadat dan Shalat, menjaga fisik kita lewat Puasa, serta menjaga kepekaan sosial kita lewat Zakat dan Haji.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 43:
”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”
Ayat ini mengajak kita untuk tidak shaleh sendirian, tapi “ruku’ bersama orang-orang yang ruku'” alias berjamaah. Maka dari itu, Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus selalu terbuka lebar buat kalian semua.
Mari kita jadikan Rukun Islam bukan sekadar hafalan, tapi gaya hidup (lifestyle) mahasiswa keren masa kini.
Sampai jumpa di shaf terdepan waktu Zuhur nanti ya! Stay pious, stay awesome!
(Tim Redaksi Masjid Darul Ilmi UMK)